Tulisan ini disadur dari : Blog FAZANALFI.COM
- Saat Pertama Kali Membeli Laptop, Ces Batrei Skitar 8 – 10 jam, karena batrei yg idak dipakai dalam jangka waktu lama (digudang) Sebaiknya Di cas terlebih dahulu..
- Setiap Menggunakan Laptop lebih baek jika power adaptor tetap terpasang (di Cas terus) Karena batrei tipe-tipe BARU SEKARANG mempunyai CONTROLL BATTERY artinya “jika Full, batrei akan stop charging (stand by) jadi laptop otomatis langsung pakai power listrik, Dan Juga Tidak Membuat Batrei Soak/Kembung”.
- Jangan Melakukan sistem CdC (Charge Discharge) = “Apabila batrei penuh cabut adaptor, Dan setelah habis pasang adaptor” .
- Batrei jangan di KALIBRASI (pengosong isi batrei sampai habis 0%) karena banyak effeknya ke batrei (Cycle Count)
- Jangan pernah LEPAS BATREI (baterei jgn disimpen, menggunakan power listrik langsung), apabila tiba2 listrik mati perangkat laptop terjadi konsleting (LCD,mobo,dll) dan mengakibatkan kerusakan laptop. Selain Itu batrei juga mengontrol arus listrik yg masuk sebelum ke perangkat yg laen.
- 5 menit Sebelum Memakai laptop pasang adaptor, 5 menit setelah Laptop dimatikan cabut adaptor.
- Saat Menggunakan Batrei (portabel/tanpa di cas), hindari (Maen Game,Putar DVD/CD,Software2 Grafis Tinggi ). Jika Masih Ada Power Listrk lebihbaik di cas saja.
- Gunakan laptop seperti cara kerja PC, jika tidak ada listrik matikan saja
- Suatu Saat Kerja Batrei pasti akan menurun, Note, Lebih baik Rusak Batrei Daripada Rusak LAPTOP ato hardware lainnya..yang lebih baik jangan ada yang rusak.
Baterai Laptop keluaran diatas tahun 1996 keatas pastinya telah ada keamanan / kontrol baterainya.
Tambahan 1
Kalau IBM T60 biasanya 2 hari charging dalam kondisi laptop mati.
Yang lebih fatal lagi, kebanyakan tekhnisi toko laptop saat install windows running battery tanpa charging terlebih dahulu.
Dalam arti, mengisi battery di sini bukan berarti mengisi sampai gembung, tapi mengisi kekuranga daya battery menjdai full, jika battery sudah full, tidak charging lagi, melainkan battery stand by ini disebut (floating voltage).
Benar pada battery sebelumnya antara keluaran 1996 ke bawah belum memliki controller floating, yang menyebabkan battery harus dicabut setelah penuh, tetapi saat-saat rata-rata Baterai Leptop telah memasang/menggunakan system Kontrol Baterai.
Kalau note book langsung dari adaptor saja, lebih bagus batterynya disimpen saja gan.. ntar namanya PC bukan notebook
Menurut saya, mending battery dipasang aja ke laptop.
lalu adaptornya jg wajib dipasang (adaptornya usahakan merek asli dari laptop)..
yah kalo laptopnya sudah di shutdown cabut aja adptornya..
Usahakan battery tidak terkena udara panas.. (lihat tabel dibawah)
Saya pernah mendengar pendapat aneh lagi..
semakin sering charging (pengisian) lalu discharging (pengosongan) akan mengurangi cycle count itu. jika cycle count nya sudah melebihi batas yang ditentukan, efeknya battery drop.
“Jika battery sudah penuh, harus dicabut adaptornya”
Ini lebih parah lagi.. karena setiap battery itu memiliki cycle count..
Karena produsen2 laptop memang menganjurkan demikian, dan sudah mendesign laptop seperti itu, jadi jika baterai full biarin saja Adaptor-nya di colok ke listrik tidak perlu dicabut, karena baterai-baterai laptop sudah memiliki kontrol baterai jika sudah penuh akan setop sendiri pengisian/charging.
Laptop lebih baik menggunakan battery dan charger di colok ke listrik.
Originally Posted by azumashinobi.
Didalam BOARD BATTERY terdapat “self discharge/day” parameter dimana apabila baterai tidak dipakai akan mengurangi “Current Capacity” di BOARD BATTERY , dimana ada minimum CURRENT CAPACITY yang di ijinkan oleh BOARD BATTERY. Apabila terlalu rendah maka BOARD BATTERY akan mengaktifkan SAFETY CIRCUIT, alias bunuh diri.
Baterai di simpan (tidak dipasang pada laptop) setelah beberapa waktu ternyata tidak dapat digunakan lagi. Menurut Informasi kalau baterai biar awet muda lebih baik dicabut :
batere paling ori nya 600-800-an yang lebih baik lagi jangan ada yang diganti.
Originally Posted by screamaddict
pas ganti harganya 2,5 jt-an
Charge Discharge g boleh
Quote:
“Jika battery sudah penuh, harus dicabut adaptornya”
Ini lebih parah lagi.. karena setiap battery itu memiliki cycle count..
semakin sering charging (pengisian) lalu discharging (pengosongan) akan mengurangi cycle count itu. jika cycle count nya sudah melebihi batas yang ditentukan, efeknya battery drop.
Tambahan 4
Kalibrasi tergantung keyakinan masing
Kali brasi itu banyak efeknya lho..
1. Cycle count berkurang 1 cycle.
2. disaat discharge (pengosongan) tegangan battery akan menurun, dengan rumus V=I.R kita tahu jika tegangan turun, otomatis I (current) yang akan naik. Jika laptop masih baru sih bolehlah dikalibrasi karena komponen2 nya masih bagus2.. Bagaimana dengan laptop tua yang komponen2 nya sudah lemah??? ini musibah..
3. Disaat charging (pengisian) akan membutuhkan power yang sangat besar..
kembali lagi ke laptop tua, ini akan berakibat rusaknya DC/DC Converter di Mobo dan Controlling Battery di battery.
Di atas adalah efek dari recondition / kalibrasi battery..
Manfaat kalibrasi battery:
Download Battery Care
Akibat Sering Charge Discharge (kenapa batre cepet habis ketika dipake)
BUKTI :
dilihat dari Design Capacity (misal diatas 48,840 mWh), yakni batre awal ketika didesign oleh vendor
tidak sama dengan Total Capacity (misal diatas 46,698 mWh) ketika full charge
Semoga bermanfaat.













